Selasa, 10 Mei 2011

Milik Kita Bersama!

Berawal dari manakah masa depan bangsa ini dibangun? Dari dunia pendidikan jawabnya. Bangsa kita sangat menaruh perhatian sangat besar pada dunia pendidikan. Dari dunia pendidikan inilah diharapkan masa depan bangsa ini dibangun dengan landasan yang kokoh dan kuat. Landasan yang bertumpu pada moral agama, pengoptimalan potensi anak, profesionalitas sekolah, dan jaminan kualitas sekolah. Hal ini mampu menelurkan manusia–manusia luar biasa yang akan dapat mengubah bangsa ini menjadi lebih maju dan bersaing dengan bangsa lain.

Pendidikan memiliki makna yang sangat dalam. Pendidikan adalah sebuah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya. Potensi yang perlu dikembangkan tersebut bukan materi kognitif semata, namun lebih luhur lagi, yakni memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.  

Pendidikan adalah suatu usaha manusia untuk membina  kepribadian agar sesuai dengan norma-norma atau aturan di dalam masyaratakat. Lantas siapakah yang berkewajiban menjadi pendidik sesungguhnya?  Setiap orang dewasa di dalam masyarakat dapat menjadi pendidik, sebab pendidik merupakan suatu perbuatan sosial yang mendasar untuk petumbuhan atau perkembangan  anak didik menjadi manusia yang mampu berpikir dewasa dan bijak.   

Kunci menuju pendidikan yang baik adalah keberadaan orang dewasa yang penuh perhatian.  Orang dewasa yang  menunjukkan sikap mendukung dan sangat terlibat dalam pendidikan anak-anak. Orang dewasa di sekitar anak yang pertama adalah orang tua, berikutnya guru di sekolah.  Orang tua sebagai lingkungan pertama dan utama dimana anak berinteraksi sebagai lembaga pendidikan yang tertua. Disinilah dimulai suatu proses pendidikan.  Orang tua berperan sebagai pendidik bagi anak-anaknya. Lingkungan keluarga juga dikatakan lingkungan yang paling utama, karena sebagian besar kehidupan anak di dalam keluarga, sehingga pendidikan yang paling banyak diterima anak adalah dalam keluarganya.  

Guru sebagai mitra orang tua juga memiliki peran besar dalam tumbuh kembang anak. Keberhasilan seorang anak saat dewasa, apakah ia akan menjadi manusia berbakat, berakhlak mulia, atau jadi penjahat sekalipun, sukses atau gagal, dipengaruhi pula oleh didikan guru. Bahkan Rasulullah SAW pun mengawali masa kecilnya dalam bimbingan seorang guru, sekaligus ibu susunya, yakni Halimatus Sa’diyah. Halimahlah yang mengajarkan Rasulullah tentang cara bertutur kata dan bersikap baik. Keluarga Abu Mutholib memercayakan pengasuhan Muhammad kecil kepada Halimah yang berasal dari suku Sa’ad. Suku Sa’ad terkenal dengan kemurnian bahasanya.  

Agar pendidikan berhasil optimal, orang tua dan guru perlu memiliki pengetahuan dan kesamaan visi yang shahih (benar) dan jelas akan arah pendidikan anak. Memberi bekal dan  mengarahkan pendidikan anak pada sikap bersyukur kepada Allah dan pada perbuatan-perbuatan kebajikan (amal shalih) yang diridhai Allah. Visi ini harus melekat pada orang tua dan guru di tengah berbagai tarikan-tarikan materialisme dalam tujuan kehidupan.

Orang tua beserta guru  harus memiliki pula  kualitas diri yang memadai, sehingga anak-anak akan berkembang sesuai dengan harapan. Artinya orang tua dan guru perlu memahami hakikat dan peran mereka sebagai orang tua dalam membesarkan anak, membekali diri dengan ilmu pengetahuan yang tepat, ilmu perkembangan anak, pintar dalam menjaga perilaku, sehingga menjadi contoh positif bagi anak-anak.  

Menerapkan suatu pola pendidikan terutama dalam membangun kepribadian anak yang sesuai dengan tujuan pendidikan itu sendiri, merupakan tantangan besar.  Orang tua misalnya, harus cukup sering berinteraksi dengan lembaga pendidikan tempat anaknya bersekolah. Bersama-sama guru, memantau perkembangan anaknya. Beberapa hal bisa dilakukan orang tua agar tujuan pendidikan tercapai; membimbing anak belajar di rumah, membangun rasa percaya diri anak, memberi pujian, bercanda atau bersenda gurau dengan anak, dan aktif dalam forum parenting.  

Sekolah dan guru pun dapat melakukan hal serupa di atas karena sekolah salah satu kekuatan besar untuk menciptakan agen perubahan. Pendidikan akan berhasil bila dikelola oleh guru yang handal, memiliki visi, memiliki kepercayaan dan rasa cinta yang agung pada peserta didik, terus menerus membuka komunikasi dengan orang tua lewat buku penghubung, telepon, sms, atau email. Guru adalah inspirasi bagi anak didik, karena mereka akan menerapkan apa yang mereka lihat, dengar, rasakan dari lingkungan sekolahnya.  

Buah dari pendidikan yang baik adalah anak-anak yang berakhlak mulia, berkualitas, dan memiliki daya tahan tinggi dalam menghadapi masa depannya. Hal itu Insya Allah  tercapai bila komponen orang tua dan guru berjalan secara harmonis. Pendidikan bukan milik orang tua saja, atau sekolah saja, tapi milik kita bersama. Betapa besar makna dan tujuan pendidikan itu, betapa besar pula usaha yang harus dilakukan oleh kita untuk membangun generasi yang rahmatan lil’alamin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar