Jumat, 03 Juni 2011

Bukan Sekolah Tong Kosong

“Jika Anda berencana untuk satu tahun, tanamlah biji-bijian. Jika Anda berencana sepuluh tahun, tanamlah pepohonan. Jika Anda berencana untuk seribu tahun, tanamlah manusia.”
( pepatah Cina )

Pandangan Mutu

            Bangsa kita sangat menaruh perhatian sangat besar  pada dunia pendidikan. Dari dunia pendidikan inilah diharapkan masa depan bangsa ini dibangun dengan landasan yang kokoh dan kuat. Landasan yang bertumpu pada moral agama, pengoptimalan potensi anak, profesionalitas sekolah, jaminan kualitas sekolah. Hal ini mampu menelurkan manusia – manusia luar biasa yang akan dapat mengubah bangsa ini menjadi lebih maju dan bersaing dengan bangsa lain ( Sulhan ,2006 )
            Setiap orang tua,  bahkan semua orang tua, masyarakat, kita sebut saja kostumer, tidak perlu resah atau ragu bila sekolah-sekolah yang dipilih oleh mereka untuk pendidikan anaknya adalah sekolah yang betul-betul dijamin kemutuannya atau kualitasnya. Bahwa program-program yang ditawarkan lewat brosur-brosur, promosi-promosi, bukanlah  kamuflase semata untuk menarik perhatian orang tua atau kostumer. Hal ini membuat mutu menjadi satu-satunya hal yang sangat penting dalam dunia pendidikan.
            Harus diakui, sebagian sistem pendidikan memang bermasalah mulai dari SD, SLTP, SMU. Lulusan SMU atau perguruan tinggi tidak siap memenuhi kebutuhan masyarakat. Mereka tidak dicetak untuk menjadi manusia produktif. Akhirnya, menjadi beban masyarakat. Para siswa itu adalah produk sistem pendidikan yang tidak terfokus pada mutu.
            DR. M.Juran dalam Arcaro ( 2006:9 ) berpandangan tentang mutu :
            · meraih mutu merupakan proses yang tidak kenal lelah
            · perbaikan mutu merupakan proses yang berkesinambungan, bukan program sekali
            · mutu memerlukan kepemimpinan unggul
            · pelatihan merupakan prasyarat mutu
            · dipastikan setiap orang di sekolah mendapatkan pelatihan

Sekolah Bermutu

            Sumber daya guru, dewan sekolah, administrator, staf, siswa, dan komunitas, berdedikasi bersama terhadap mutu. Bisa diawali dengan mengembangkan visi dan misi yang disepakati dan dipahami maknanya oleh semua yang terkait. Visi mutu difokuskan  pada pemenuhan kebutuhan kostumer , akan mendorong keterlibatan total komunitas sekitar dalam program-program sekolah. Mengembangkan sistem pengukuran atau nilai, akan menjadi nilai tambah. Perbaikan berkelanjutan dengan selalu berupaya keras, membuat produk pendidikan menjadi lebih baik.
            Fokus pada kostumer. Orang tua , yang di dalamnya termasuk anak, adalah komponen yang tidak bisa kita abaikan. Mereka adalah bagian yang akan memetik manfaat dari sekolah mutu. Layanan yang berkualitas dan profesional adalah wujud yang dibutuhkan oleh mereka. Sekolah bertanggung jawab pula bekerja sama dengan orang tua untuk mengoptimalkan potensi siswa agar mendapatkan manfaat dari proses belajar di sekolah. Program-program dirancang untuk melibatkan pula orang tua dalam memahami bagaimana perannya dalam memperbaiki pendidikan anak dengan berpartisipasi dalam proses pendidikan tersebut.
            Terlibat total. Setiap infrastruktur terlibat penuh dalam membangun dan mempertahankan sekolah bermutu.. Kualitas sekolah tidak hanya ada di tangan para guru, namun yang lebih utama adalah tanggung jawab semua pihak terkait. Semua orang berkontribusi dalam membangun mutu. Kegiatan atau program-program sekolah yang demikian indah tidak akan bermakna dan berhasil bila staff, administrator, komite atau dewan sekolah, orang tua, komunitas, pemerintahan wilayah, tidak bekerja sama dengan baik.
            Penilaian / pengukuran / evaluasi. Keberhasilan sekolah tidak dapat diukur semata-mata dari hasil ujian siswa semata. Bila hasil ujian akhir siswa baik, makan dapat dipastikan sekolah itu baik. Itu pandangan tradisional atau masa lalu. Perangkat sekolah dan yang terkait di dalamnya, perlu keahlian dalam mengolah data-data, menganalisis proses dan program sekolah, sehingga mutu sekolah dapat diukur. Jadi kualitas sekolah tidak melulu dilihat dari nilai siswa, juga aspek-aspek lain seperti jaminan kualitas ruhani siswa, pembangunan karakter siswa,             kurikulum, seberapa besar kontribusi pihak lain dalam pengembangan sekolah, serta hal lain yang semuanya perlu diukur dan dievaluasi.
            Komitmen dan konsistensi. Pihak sekolah dan dewan / komite diharuskan mempunyai komitmen tinggi dalam perbaikan mutu. Bila tidak, proses menuju mutu akan gagal. Manajemen dan setiap orang perlu memiliki komitmen untuk mendukung terus proses mutu. Komitmen harus diiringi dengan konsistensi. Kita hanya bisa konsisten dan bertahan di puncak bila memiliki energi jiwa yang dahsyat ( Matta,  2006 ). Energi yang luar biasa itu akan mampu memikul beban dan tanggung jawab sebesar apa pun. Pihak sekolah  tidak perlu ragu untuk tetap komitmen dan konsisten terhadap proses mutu.
            Perbaikan berkesinambungan. Para profesional pendidikan harus memiliki perasaan tidak puas terhadap program-program yang sudah ada. Hal ini akan mendorong mereka untuk terus melakukan perbaikan-perbaikan pada proses menuju kesempurnaan. Pihak-pihak terkait dalam proses mutu ini  harus terus-menerus memperbaiki proses yang telah dikembangkan dan membuat perbaikan yang sekiranya diperlukan.
Kesempurnaan itu relatif, maka satu-satunya yang dapat dilakukan adalah mendekati ukuran kesempurnaan terus-menerus. Juga dalam menjaga mutu sekolah hingga dapat menjadi sekolah yang unggul. Yang tak kalah pentingnya adalah pihak sekolah, orang tua, maupun dewan / komite, jangan berhenti untuk terus melakukan perbaikan mutu, bila ternyata jaminan mutu itu telah diraih. Karena orang-orang yang puas dengan prestasi atau kesuksesannya, biasanya akan berhenti berprestasi setelah itu. Hal ini juga akan mematikaan kreatifitas dan produktifitas para profesional pendidikan untuk meraih sukses berikutnya.
           
Bukan Tong Kosong Semata
Sekolah unggul atau bermutu merupakan produk dari orang-orang yang mau bekerja keras. Komitmen tinggi dan istiqomah terhadap komitmen itu merupakan syarat mutlak untuk produk unggul. Dedikasi tinggi terhadap kepemimpinan, keikhlasan dalam menjalankan amanah, akan membuahkan hasil yang tidak perlu diragukan lagi.
            Transformasi mutu sekolah hendaknya dilakukan secara alami, tanpa perlu dipaksakan. Kalau ada pihak-pihak yang merasa terpaksa, bisa dikatakan pihak tersebut diragukan kualitasnya. Orang yang berkualitas atau profesional pendidikan yang berkualitas, tidak akan merasa dipaksa untuk melakukan sesuatu ke arah perbaikan.
            Menelurkan siswa yang unggul atau produk sekolah bermutu adalah sebuah usaha yang membutuhkan kerjasama dari semua pihak. Bila hal ini dilakukan oleh satu-dua pihak saja , maka akan seperti tong yang berbunyi nyaring karena isinya kosong. Hal itu akan memekakkan telinga dan sia-sia. Orang tua, semua SDM sekolah, komunitas, masyarakat, dewan / komite , perlu menyatukan visi misi bersama. Keyakinan dan nilai-nilai, visi misi, objektifitas, norma-norma, adalah pondasi penting yang mendasari bangunan sekolah bermutu. Ini adalah kekuatan dalam transformasi mutu tersebut.
            Menuju mutu, bukannya tanpa rasa sakit. Aral rintangan, ketidakpercayaan , kritik pedas, adalah bagian dari proses menuju mutu. Kesiapan mental para profesional pendidikan menjadi bagian utama pula dalam sebuah agenda besar ini. Namun semua itu , Insya Allah, akan berhasil dengan bekal keyakinan bahwa semua ini adalah sebuah bentuk layanan yang tidak akan pernah sia-sia sampai akhir hayat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar