Jumat, 03 Juni 2011

Resensi Buku

Identitas buku :
Judul                           : 60 Permainan Kecerdasan Kinestetik
Pengarang                   : Mohammad Muhyi Faruq, S.Pd, M.Pd
Penerbit                       : PT Grasindo
Tahun Terbitan            : 2008
Tebal Buku                  : 115 halaman
Diresensi oleh             : rikamumtaz
            Banyak orang sukses tidak semata-mata karena kemampuan kognitifnya, tetapi mereka memiliki kemampuan lain yang membuat mereka sukses bahkan mampu bertahan dalam hidupnya secara finansial. Salah satu kemampuan yang dimiliki mereka adalah kecerdasan kinestetik. Kecerdasan kinestetik adalah kemampuan menyelaraskan pikiran dengan badan sehingga apa yang dikatakan dalam pikiran akan tertuang dalam bentuk gerakan-gerakan badan yang indah, kreatif, dan memiliki makna.
            Tentu kita tidak akan lupa dengan nama-nama seperti, Susi Susanti, Taufik Hidayat, yang pernah menjadi pemain bulutangkis terbaik dunia. Andree Agassi pernah pula menjadi pemain terbaik dunia di Wembledon. Nama-nama seperti Ronado, David Beckhmam, Zidan Zidane, memiliki kemampuan tinggi di bidang sepak bola dan terkenal di usia muda. Mereka adalah sebagian dari orang-orang yang memiliki kecerdasan kinestetik yang dibanggakan dan menimbulkan decak kagum.
            Sejak usia dini, kelincahan tubuh manusia dapat dibimbing sampai taraf yang tertinggi. Tubuh akan mudah merespon bahkan dengan cepat, apa yang dikehendaki oleh pikirannya. Tubuh akan bergerak spontan dengan lincah, lentur, bahkan tampak menawan. Untuk mencapai tahap seperti itu, kecerdasan kinestetik perlu distimulasi atau dipupuk sejak dini. Oleh karena itu, buku ini mengajak para orang tua dan guru untuk melatih kecerdasan kinestetik putra putrinya ( siswanya ).
            Latihan untuk mengembangkan kecerdasan kinestetik dalam buku ini terbagi dalam lima bab, yaitu, Mengembangkan Gerak Koordinasi Tubuh, Mengembangkan Gerak Kelincahan, Mengembangkan Gerak Koordinasi Tangan, Kaki, dan Mata, Mengembangkan Gerak Keseimbangan, dan terakhir Mengembangkan Gerak Kekuatan. Di setiap babnya, ada 10-12 contoh permainan dan latihan untuk mengembangkan kecerdasan kinestetik.
            Berikut ini adalah beberapa contoh permainan yang dikembangkan di setiap bab.

Bab I : Mengembangkan Gerak Koordinasi Tubuh.
            Empat  permainan dari dua belas gerakan yang dicontohkan yaitu, menggerakkan pita secara bebas, menangkap balon udara, melangkah mengikuti ukuran garis, dan bertepuk tangan dengan berbagai variasi. Pada bab ini permainan dilakukan untuk melatih koordinasi tubuh agar terjadi keseimbangan gerakan sehingga koordinasi tubuh menjadi tidak kaku.

Bab II : Mengembangkan Gerak Kelincahan
            Tiga permainan dari sepuluh gerakan yang dicontohkan yaitu, berlari menyusun abjad, bongkar pasang puzzle, dan permainan hulahop di pinggang. Bab ini lebih menekankan pada kelincahan gerakan sehingga tubuh semakin lentur dalam melakukan kegitan.

Bab III: Mengembangkan Gerak Koordinasi Tangan, Kaki, dan Mata
            Tiga permainan dari sepuluh gerakan yang dicontohkan yaitu, melempar dan menangkap bola kecil, menangkap jari, menendang dan memberhentikan bola. Bab ini kegiatannya lebih bervariasi lagi sehingga koordinasi antara tangan, kaki, dan mata semakin bagus. Anak akan semakin tangkas dalam melakukan gerakan.

Bab IV : Mengembangkan Gerakan Keseimbangan
            Contoh-contoh permainan dalam bab ini diantaranya adalah, melangkah di atas balok keseimbangan, melangkah dengan meletakkan buku di atas kepala, mendirikan pena di atas telapak tangan, dan meniru gerakan pesawat. Pada bagian ini keseimbangan tubuh semakin terlatih. Di samping itu, keberanian dan rasa percaya diri anak akan terasah.

Bab V : Mengembangkan Gerakan Kekuatan
            Permainan di bab ini melatih anak untuk meningkatkan keseimbangan koordinasi gerakan dengan tenaga yang dimilikinya. Misalnya pada permainan saling membelakangi badan dan mendorong, tarik tambang dua arah berpasangan, melempar plastik berisi air, memasukkan bola dalam ring basket, meremas clay, menarik tali berbentuk lingkaran, dan lain-lain.

            Setelah mengetahui contoh-contoh gerakan yang menstimulasi kecerdasan kinestetik di atas, lalu bagaimanan kita dapat mengetahui bahwa permainan tersebut aman atau tidak bagi anak? Orang tua atau guru perlu mengetahui tingkat kenyamanan permainan sehingga tidak menimbulkan cedera bagi anak. Untuk itu, di setiap akhir penjelasan cara bermain, dipaparkan pula standar ketertiban dan keselamatan permainan. Dengan demikian, guru dan orang tua tidak perlu ragu mempraktikkannya pada anak.
            Sangat disarankan pada guru dan orang tua memiliki buku ini untuk mengembangkan cara-cara mengajar di kelas atau meningkatkan kemampuan kinestetik putra-putri di rumah. Bila dipraktikkan secara optimal, maka orang tua atau guru sudah melakukan langkah untuk melejitkan potensi diri anak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar