Jumat, 03 Juni 2011

This is true....."Seorang Pendidik dan seorang Kreator"

            Kreatifitas pada dasarnya merupakan anugrah yang diberikan oleh Allah S.W.T kepada setiap orang. Yakni berupa kemampuan untuk mencipta ( daya cipta) dan berkreasi. Implementasi dari kreatifitas seseorang pun tidaklah sama. Semua bergantung kepada sejauh mana orang tersebut mau dan mampu mewujudkan daya ciptanya menjadi sebuah kreasi ataupun karya.
            Bagi seorang guru, keberhasilan dan kreatifitasnya dalam mengajar ditentukan oleh beberapa faktor, internal maupun eksternal. Faktor internal terdiri dari motivasi, kepercayaan diri, dan kreatifitas guru itu sendiri. Sedangkan faktor eksternal lebih ditekankan pada sarana serta iklim sekolah yang bersangkutan.
            Faktor internal dan eksternal adalah dua hal yang saling bersinggungan. Motivasi dan kepercayaan diri seorang guru dalam berkreasi akan sangat pula ditentukan oleh faktor eksternalnya. Sistem sekolah dan iklim yang kondusif akan membentuk sebuah pembelajaran yang kreatif dan inovatif.
            Dalam tulisan ini akan diulas tentang kreatifitas seorang guru dalam mengajar sehingga menstimulasi siswa untuk menghasilkan sebuah produk yang kreatif. Dalam hal ini pula, seorang guru misalnya, mampu mengoptimalkan kreatifitas siswanya yang tertuang dalam produk hasil karya siswa, walaupun bermodalkan sarana dan prasarana yang sederhana. Artinya, seorang guru harus mampu mengoptimalkan sarana seadanya namun mampu pula mencipkan sebuah karya yang spektakuler yang berhasil dibuat oleh siswanya.
           
Banyak hal yang dapat dilakukan oleh guru agar siswanya menjadi kreator ulung. Pada pelajaran ekstra Teknologi Tepat Guna sederhana, justru siswa bisa kita bekali dengan sarana sederhana dan bahkan dari barang-barang bekas untuk menjadikan sebuah teknologi canggih, yaitu pembuatan Robot Soccer.
           
Pada pembelajaran ini, siswa mengenal fungsi dinamo. Selain konsep yang diterima siswa, mereka diajak untuk memanfaatkan barang-barang mainannya, mobil-mobilan atau bola plastik misalnya. Mainan mereka yang sudah tidak dipakai lagi masih bisa dimanfaatkan  sehingga menghasilkan sebuah kreasi yang luar biasa. Dalam hal ini guru membekali siswa untuk tidak konsumtif . Bahwa mainan robot pun bisa mereka ciptakan sendiri.  

Semua bidang studi atau pelajaran dapat membuat siswa kreatif. Bila guru terus berusaha maksimal mencari hal-hal baru yang inovatif untuk siswa, maka hal ini akan menjadi seperti virus yang menular pada siswa. Siswa pun akan tertular oleh virus kreatifitas kita sebagai guru. Tidak ada kata menyerah untuk menghasilkan sebuah pembelajaran yang menyenangkan.

            Pembelajaran yang kreatif cukup ampuh untuk memotivasi siswa dalam berkarya dan meningkatkan prestasi mereka, juga di pelajaran-pelajaran lainnya. Yang paling menarik adalah siswa mendapatkan pengalaman yang menyenangkan, dan kecakapan hidup yang akan mereka gunakan sepanjang hidup mereka.
           
Kata-kata motivasi terus dikumandangkan oleh guru setiap hari agar mereka tahu bahwa mereka adalah siswa yang cerdas dan kreatif. Bisa lewat mading kelas, di pintu-pintu kelas, atau di tempat-tempat lain dimana mereka bisa dengan mudah membacanya.

            Seperti disebutkan di atas bahwa produk kreatif tidak sebatas pada pelajaran tertentu saja, dapat dihasilkan pula dari pelajaran yang lain. Ini semakin menguatkan sebuah asumsi bahwa pembelajaran kreatif berasal dari guru yang kreatif pula. Dan itu menular ! Contoh pelajaran IPS pada materi menjelaskan lingkungan rumah serta letak rumah. Lagi-lagi guru dihadapkan pada bentuk implementasi yang sebenarnya dari materi tersebut. Bagaimana bentuk kreatifitas pembelajarannya? Contoh, guru selain menjelaskan konsep lingkungan rumah, siswa juga dapat distimulasi untuk membuat maket rumah sederhana dari bahan karton bekas. Siswa betul-betul memvisualisasikan lingkungannya atu rumahnya dalam bentuk mini. Dipastikan mereka asyik dalam menciptakan produknya sendiri.

Stimulasi-stimulasi seperti di atas berakibat besar untuk melejitkan potensi siswa. Pemanfaatan media sederhana di sekitar mereka seperti tutup botol, koran bekas, majalah bekas, kardus, kulit kacang, kain perca, dan lain-lain, adalah sarana untuk melejitkan kratifitas siswa. Guru kreatif akan menyulap media sederhana tersebut menjadi bagian dari sarana belajar dan akan memberikan pengalaman yang hidup yang berarti bagi siswa. Namun, yang perlu digaris bawahi pula adalah, agar seorang siswa  melejit seluruh kecerdasannya, dia harus bebas dari segala ancaman, tekanan, dan ketakutan. Kegiatan belajar-mengajar yang diselenggarakan harus memunculkan semangat dan gairah yang luar biasa.

            Dari beberapa contoh di atas, maka dapat dikatakan bahwa kreatifitas serta aktivitas mengajar guru, seharusnya mampu mengispirasi siswa untuk membuat karya kreatif, berprestasi lebih optimal, dan mampu menjadikan mereka anak-anak yang tak henti-hentinya untuk terus berpikir kreatif. Pembelajaran yang berhasil adalah pembelajaran yang terealisasi dalam kehidupan sehari-hari siswa itu dengan baik. Dan yang lebih utama adalah pembelajaran tersebut mampu membekali mereka dengan life skill yang akan berguna bagi kehidupan mereka di masa yang akan datang. Dengan kata lain, guru telah menyemai benih, menyiram, dan memupuk sebuah bibit unggul dengan baik. Siswa akan menjadi bibit unggul yang kelak akan menjadi manusia berguna dan bermanfaat bagi orang lain.
           












Tidak ada komentar:

Posting Komentar