Jumat, 03 Juni 2011

Resensi Buku

Identitas buku:
Judul                           : 100 Permainan Tradisional Indonesia
                                      (Untuk Kreatifitas, Ketangkasan, dan Keakraban)

Pengarang                   : A. Husna M.
Penerbit                       : ANDI
Tahun Terbitan            : 2009
Tebal Buku                  : 218 halaman
Diresensi oleh             : rikamumtaz
            Masih ingatkah dengan permainan gobak sodor, bebentengan, panjat pinang, atau ular-ularan? Balon kempit atau enggrang? Saat ini permainan tradisional seperti itu sudah jarang ditemui atau dimainkan. Walau sebenarnya, permainan tradisonal memuat nilai-nilai edukasi dan sosial yang lebih tinggi daripada game online. Permainan tradisional tidak sekedar menghibur, namun mengolah fisik sekaligus jiwa.
              Buku ini mencoba menyodorkan kembali serta menggugah ingatan kita pada masa-masa kecil di waktu dulu, dimana permainan tradisional ternyata sungguh bermanfaat, seperti ular naga, cang kacang panjang, atau gasingan. Berbeda dengan semakin merambahnya game online yang sempat mengkhawatirkan para orang tua dan guru. Beberapa fakta di surat kabar memaparkan bahwa banyak anak-anak depresi karena kalah bermain dalam game online. Prestasi belajar menjadi merosot. Orang tua dan guru menjadi miris menghadapi kondisi seperti itu. Permainan tradisonal yang terpapar sebanyak lebih dari 100 ini, justru sebaliknya. Keterlibatan fisik, emosi, kerjasama, saling menghargai, berlapang dada, kesabaran, mengatur strategi, semua tertuang di dalamnya. Kalau mau mengangkat kecerdasan majemuk anak, dalam permainan tradisonal semua ada.
              Olah raga, olah pikir, dan olah jiwa tertuang dalam permainan tradisonal. Sudah saatnya kini meninggalkan game online yang kurang bermanfaat. Lewat buku ini para orang tua dan guru dapat menerapkan di rumah atau di sekolah sebagai materi pengayaan. Juga sebagai bahan rujukan pada saat memperingati HUT RI, atau peringatan hari-hari besar nasional lainnya, materi out bond, sarana bermain di sekolah, dan lain-lain. Bahkan permainan tradisional ini juga bisa digunakan oleh orang dewasa dengan tambahan variasi atau modifikasi.
            Buku ini menyajikan tiga bagian permainan tradisional. Permainan di luar rumah diantaranya,  lompat tali, sedang apa, mencari jejak, jengkalan, atau bola lingkaran. Bagian kedua, permainan di dalam rumah, misalnya do mi ka do, bingo, pesan berantai, dan pam semambu. Bagian ketiga, permainan rakyat 17 Agustusan, contohnya kelereng sendok, pensil dalam botol, benang dan jarum, atau tali sepatu.  
Di samping menuturkan cara bermain, buku ini dilengkapi pula dengan skill level untuk mengetahui kegiatan dan tujuan permainan. Misalnya,  pada permainan si lutung, level ketangkasannya ada lima poin, kepemimpinan dua poin, kerja sama dan kreativitas lima poin, wawasan tiga poin, kejujuran dua poin. Jadi untuk permainan jenis ini, ketangkaan, kreativitas, dan kerja sama sangat diasah. Namun bila orang tua atau guru ingin mengasah kepemimpinan anak, maka jenis permainan panjat pinang atau balap bakiak adalah pilihan yang lebih tepat, dengan cara melihat skill level tadi.
Tak perlu diragukan lagi, bahwa permainan tradisional memiliki beragam aspek yang bisa diraih untuk meningkatkan kemampuan anak. Dalam salah satu hadist Rasulullah SAW bersabda, keringat anak kecil menambah kecerdasannya di waktu dewasa (H.R. Tirmidzi).

1 komentar:

  1. sayangnya bukunya hanya menjelaskan cara bermain saja, ilustrasi yang kurang justru membuatnya jadi kurang mudah untuk dipahami yang awam

    BalasHapus